STUDI KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELLITUS RAWAT JALAN di RSUD KABUPATEN SIDOARJO

Penulis

  • Efer Memento Yotlely Romera Universitas Katolik Widya Mandala
  • Angelica Kresnamurti Universitas Hang Tuah Surabaya
  • Dyah Ayu Febiyanti RSUD Kabupaten Sidoarjo

Kata Kunci:

Diabetes mellitus, Pill count, MMAS-8

Abstrak

Diabetes mellitus adalah penyakit metabolisme yang memiliki kumpulan gejala yang timbul karena ada peningkatan kadar glukosa darah di atas nilai normal dan membutuhkan pengobatan yang teratur. Kepatuhan pasien sangat penting untuk mengurangi risiko terjadinya komplikasi pada penderita diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan pasien dalam meminum obat antidiabetes dengan dua metode berbeda yaitu Pill count dan MMAS-8, serta melihat adanya korelasi antara kedua metode tersebut. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode non-probability sampling, yang dilakukan pada 21 pasien rawat jalan di RSUD Kabupaten Sidoarjo. Berdasarkan hasil penelitian dengan metode pill count, diperoleh 14 responden (66,67%) patuh dan 7 responden (33,33%) tidak patuh, sedangkan hasil penelitian dengan metode MMAS-8 diperoleh 8 responden (38,10%) memiliki kepatuhan tinggi, 10 responden (47,62%) memiliki kepatuhan sedang dan 3 responden (14,29%) memiliki kepatuhan rendah. Perbandingan antara metode pill count dan MMAS-8 dilakukan menggunakan program statistik SPSS, dan diperoleh hasil sebanyak 50% memiliki nilai expected count kurang dari 5, sehingga tidak memenuhi syarat untuk dilakukan uji chi square(χ2). Oleh karena itu, dilakukan uji fisher exact sebagai alternatifnya dengan cara melihat nilai exact sig pada kolom fisher exact test dan diperoleh nilai sebesar 0,247 dengan nilai signifikansi 0,05 sehingga hal ini menunjukkan bahwa tidak ada korelasi antara hasil pengukuran kepatuhan dengan metode MMAS 8 dan pill count.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Biografi Penulis

Efer Memento Yotlely Romera, Universitas Katolik Widya Mandala

Fakultas Farmasi Universitas Katolik Widya Mandala, Surabaya

Angelica Kresnamurti, Universitas Hang Tuah Surabaya

Farmasi Komunitas, Prodi Farmasi, Universitas Hang Tuah Surabaya

Referensi

Kementerian Kesehatan RI. 2013. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan RI. 2007. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2007. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI

Astuti, Yani Praja, 2012. Pengaruh Persepsi Keadilan Pajak terhadap Perilaku Kepatuhan Wajib Pajak Badan Di Indonesia. Universitas Indonesia.

Notoatmodjo, S. 2012. Metodologi Penelitian Kesehatan. PT. Rineka Cipta, Jakarta.

Farmer, K. C. 1999. Methods for Measuring and Monitoring Medication Regimen Adherence in Clinical Trials and Clinical Practice. Clinical Therapeutics, 21 (6) : 1071-1090.

Morris, L. S, Schulz, R. M. 1992. Patient Compliance: An Overview, Journal of Clinical Pharmcay and Therapeutics, 17 : 183-195.

Fairman, K, Motheral, B. 2000. Medication Adherence: Which Measure is Right for Your Program. J Manages Care Pharm : 499-504 46

HIV Clinical Resources. 2005. Appendix X: Advantages and Disadvantages of Adherence Measures, [Online] Available from : http://www.hivguidelines.org/clinical-guidelines/hiv-andsubstance-use/appendix-x-advantages-and-disadvantages-ofadherence-measures [Accessed: 15th Oktober 2016].

Grymonpre, R.E., Didur, C.D., Montgomery, P.R., Sitar, D.S., 1998, Pill Count, Self-Report, and Pharmacy Claims Data to Measure Medication Adherence in the Elderly, The Annals of Pharmacotherapy, 32: 749-754.

Lee, J. Y., Kusek, J. W., Greene, P. G., Bernhard, S., Norris, K., Smith, D., et al. 1996. Assessing Medication Adherence by Pill Count and Electronic Monitoring in the African American Study of Kidney Disease and Hypertension (AASK) Pilot Study, American Journal of Hypertension, 9 (8), 719-725.

Morisky, D. E., Ang, A., Krousel-Wood, M., dan Ward, H. J., 2008, Predictive Validity of A Medication Adherence Measure in an Outpatient Setting, J Clin Hypertens (Greenwich), 10 (5) : 348-354.

Saepudin., Padmasari, S., Hidayanti, P., Ningsih, E. S. 2013. Kepatuhan Penggunaan Obat pada Pasien Hipertensi di Puskesmas, Jurnal Farmasi Indonesia, 6 (4): 246-253.

Yanita, Bella dan Kurniawaty, Evi. 2016. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diabetes Melitus Tipe II. Majority, vol. 5 (2). Fakultas Kedokteran. Universitas Lampung.

Marhanis, S.O., dan San, K.L., 2014. Diabetes Knowledge And Medication Adherence Among Geriatric Patient With Type 2 Diabetes Mellitus. International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences. 6 : 103-104.

Adisa, R., Alutundu, M.B. & Fakeye, T.O., 2009, Factors contributing to nonadherence to oral hypoglycemic medications among ambulatory type 2 diabetes patients in Southwestern Nigeria, Pharmacy Practice, 7(3): 163-169

Donald, M., Dower, J., Coll, J. R., Baker, P., Mukandi, B. & Doi, S. A. 2013. Mental health issue decrease diabetes-specific quality of life independent of glycaemic controland complications: findings from Australia’s living with diabetes cohort study. BioMed Central, 11, 1-8.

Diterbitkan

2021-11-09

Cara Mengutip

Romera, . E. M. Y. ., Kresnamurti, A., & Febiyanti, D. A. (2021). STUDI KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELLITUS RAWAT JALAN di RSUD KABUPATEN SIDOARJO. JOURNAL OF PHARMACY SCIENCE AND TECHNOLOGY, 1(1), 26–35. Diambil dari https://farmasi-journal.hangtuah.ac.id/index.php/jurnal/article/view/15

Terbitan

Bagian

Articles